Langsung ke konten utama

Jenis-jenis kebugaran jasmani

 • Kekuatan (strength) 

 Kekuatan atau strength adalah kemampuan otot-otot di tubuh dalam melakukan kontraksi saat melawan beban yang dipikul tubuh (muscle strength). Kekuatan otot juga berhubungan dengan daya tahan otot atau muscle endurance. Ketahanan otot adalah kemampuan otot untuk bertahan melakukan kontraksi ringan terus-menerus. 

Muscle strength dibutuhkan untuk mengangkat beban berat secara maksimal dalam satu kali kegiatan. Sementara itu, muscle endurance diperlukan saat tubuh harus melakukan aktivitas fisik dalam jangka panjang, seperti bersepeda jarak jauh. 

Contoh latihan kebugaran jasmani untuk melatih kekuatan adalah angkat beban. Anda juga bisa melakukan bodyweight training, seperti gerakan plank.

• Daya tahan (endurance) 

 Daya tahan yang dimaksud dalam unsur kebugaran jasmani adalah daya tahan atau kesanggupan otot jantung dan paru-paru serta pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal saat beraktivitas. Untuk melatih daya tahan ini, bisa melakukan latihan kebugaran jasmani jenis aerobik atau kardio. Jalan kaki, lari, berenang, bersepeda, atau bahkan berdansa adalah beberapa contoh latihan kardio. 

Agar mencapai hasil maksimal, lakukan latihan ini setidaknya 150 menit dalam seminggu, bisa membaginya menjadi 20-30 menit setiap harinya. 

Dengan daya tahan atau endurance yang baik, maka metabolisme sel di tubuh akan meningkat, jadi akan lebih mudah melaksanakan aktivitas fisik sehari-hari

• Kelentukan (flexibility) 

 Kelentukan adalah kemampuan sendi untuk melakukan gerakan secara maksimal. Untuk bisa melakukan gerakan secara fleksibel, ada beberapa hal yang memengaruhi, seperti usia, struktur sendi, kualitas otot, dan ligamen. 

Kelentukan sangat penting untuk dilatih, karena ini berhubungan langsung dengan unsur kebugaran jasmani yang lain seperti keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan. Dengan tubuh yang lentur atau fleksibel, risiko terkena cedera bisa berkurang, lalu juga akan lebih mudah melakukan pergerakan sehari-hari. 

Contoh latihan kelentukan yang bisa dilakukan, antara lain yoga, tai chi, barre, dan pilates. 

• Komposisi tubuh (body composition) 

 Komposisi tubuh adalah rasio perbandingan antara massa lemak tubuh dan area tubuh tanpa lemak. Massa lemak terdapat di bawah kulit, sekitar jantung, paru, usus, dan sekeliling otot. Sementara, area tubuh tanpa lemak adalah tulang, otot dan cairan tubuh. 

Semakin tinggi massa lemak, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit, seperti diabetes tipe 2 atau penyakit jantung. Itu sebabnya, untuk menjaga kebugaran jasmani, perlu menjaga komposisi tubuh tetap seimbang. Caranya adalah dengan menjalani pola hidup sehat, dengan olahraga teratur dan mengonsumsi makanan bergizi.

• Kecepatan (speed) 

 Unsur kebugaran jasmani selanjutnya adalah kecepatan. Kecepatan merupakan kemampuan tubuh berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu sesingkatsingkatnya. 

Untuk melatih kecepatan, bisa rutin berlari dengan jarak dan frekuensi yang disesuaikan. Misalnya, di minggu pertama rutin berlari sprint 5 kali dalam jarak 10 meter pada satu kali sesi. Di minggu selanjutnya, jarak ditingkatkan menjadi 20 meter, tapi frekuensi dikurangi menjadi 3 kali.

• Koordinasi (coordination) 

 Koordinasi merupakan unsur kebugaran jasmani yang dapat dimaknai dengan kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien. Orang yang punya koordinasi baik, anggota tubuhnya bisa saling bekerja sama tanpa kesulitan. Ia juga tidak memiliki hambatan untuk berkonsentrasi saat harus menggerakkan anggota tubuhnya bergantian. 

Untuk melatih unsur ini, gerakan kebugaran jasmani yang dilakukan sebenarnya sederhana. Seseorang dapat melatih koordinasi dengan melemparkan bola dengan tangan kiri lalu mencoba menangkapnya dengan tangan kanan. 

• Keseimbangan (balance)

Keseimbangan atau balance yang baik membuat seseorang dapat memosisikan tubuh tanpa jatuh atau goyang saat berdiri maupun melakukan gerakan fisik yang lain. 

Memiliki keseimbangan yang baik membuat risiko jatuh dan cedera berkurang. Contoh latihan kebugaran jasmani untuk memperbaiki keseimbangan yang bisa dilakukan antara lain berdiri dengan satu kaki atau tai chi atau sikap pesawat. 

• Daya ledak (explosive power) 

 Daya ledak adalah gabungan dari kecepatan dan kekuatan. Orang yang punya daya ledak baik, tubuhnya kuat dan cepat. Dalam arti, ia bisa mengangkat beban berat dengan cepat. 

Contoh latihan daya ledak yang bisa dilakukan adalah lompat jongkok, lompat box atau kotak, serta latihan beban. 

• Kecepatan reaksi (reaction time) 

 Kecepatan reaksi adalah waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi ketika mendapatkan stimulus (rangsangan). Reaksi adalah kesadaran gerak, sedangkan refleks adalah gerak otomatis yang dilakukan tanpa kesadaran. 

Contoh kecepatan reaksi adalah saat seorang kiper di permainan sepak bola memiliki refleks melompat untuk menangkap bola yang ditendang pemain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni Rupa Pramodern, Pelajaran Seni Budaya

 Istilah seni rupa pramodern menunjukkan babakan sejarah di mana manifestasi karya seni rupa hadir sebelum zaman industri. Perkembangan seni rupa dilihat dari aspek kesejarahan merupakan rangkaian perubahan, baik dari aspek konseptual maupun aspek kebentukan. Berikut akan disampaikan aliran-aliran seni rupa hingga saat ini. 1. Primitivisme  Primitivisme adalah corak karya seni rupa yang memiliki sifat bersahaja, naif, spontan, jujur, baik dari segi penggarapan bentuk maupun pewarnaan. Senimannya bebas belenggu profesionalisme, tradisi, teknik, dan latihan formal proses kreasi seni. Perhatikan patung primitif dari Afrika di halaman 19. Patung primitif tersebut merupakan karya tiga yang perwujudannya mengekspresikan makna seni dengan bahasa bentuk simbolik. patung Dewi Kecantikan Yunani klasik mengekspresikan makna seni dengan idealisasi mimesis (mengimitasi atau meniru) rupa manusia dalam wujud yang indah dan sempurna 2. Naturalisme  Naturalisme adalah corak karya sen...