Langsung ke konten utama

Teknik Memegang Bet Tenis Meja

 Di dalam permainan tenis meja terdapat tiga teknik memegang bet, sebagai berikut:

- Teknik Berjabat Tangan (Shakehand Grip) Memegang bet dengan menggunakan teknik berjabat tangan merupakan satu di antara teknik yang umumnya paling sering digunakan di wilayah Eropa dan Amerika. Menggunakan teknik ini, seorang pemain tenis meja dapt menggunakan dua sisi bet. 

Teknik berjabat tangan dalam permainan tenis meja sangat tepat apabila digunakan untuk permainan jarak jauh. Berikut ini beberapa cara memegang bet dengan menggunakan teknik berjabat tangan: 

• Bet dipegang dan berada di antara ibu jari dan jari telunjuk. 

• Posisi jari telunjuk berada pada bagian bawah permukaan bet. 

• Bet atau bet digenggam dengan menggunakan tiga jari. 

- Teknik Penhold Grip Teknik penhold grip atau dikenal juga dengan sebutan Asia Grip merupakan satu di antara teknik dengan menggunakan posisi tangan yang memegang bet mirip dengan memegang sebuah pena. 

Dengan teknik penhold grip, saat melakukan pukulan forehand dan back hand dapat dilakukan dengan cepat. 

Menggunakan teknik penhold grip hanya dapat memakai satu sisi bet. Cara menggunakan teknik penhold grip, yaitu bet diarahkan ke bawah. Pegangan bet berada di antara ibu jari dan jari telunjuk yang ada di atas bidang pada pukulan bet. 

- Teknik Seemiller Grip Cara memegang bet dengan menggunakan teknik seemiller grip atau dikenal juga dengan nama American Grip merupakan teknik yang hampir mirip dengan teknik berjabat tangan (shakehand grip).

Perbedaannya terletak pada penempatan jari telunjuk dalam teknik seemiller grip yang berada tepat pada posisi bet sehingga posisi kaki berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh pemain tenis meja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni Rupa Pramodern, Pelajaran Seni Budaya

 Istilah seni rupa pramodern menunjukkan babakan sejarah di mana manifestasi karya seni rupa hadir sebelum zaman industri. Perkembangan seni rupa dilihat dari aspek kesejarahan merupakan rangkaian perubahan, baik dari aspek konseptual maupun aspek kebentukan. Berikut akan disampaikan aliran-aliran seni rupa hingga saat ini. 1. Primitivisme  Primitivisme adalah corak karya seni rupa yang memiliki sifat bersahaja, naif, spontan, jujur, baik dari segi penggarapan bentuk maupun pewarnaan. Senimannya bebas belenggu profesionalisme, tradisi, teknik, dan latihan formal proses kreasi seni. Perhatikan patung primitif dari Afrika di halaman 19. Patung primitif tersebut merupakan karya tiga yang perwujudannya mengekspresikan makna seni dengan bahasa bentuk simbolik. patung Dewi Kecantikan Yunani klasik mengekspresikan makna seni dengan idealisasi mimesis (mengimitasi atau meniru) rupa manusia dalam wujud yang indah dan sempurna 2. Naturalisme  Naturalisme adalah corak karya sen...